Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, H Abdul Aziz Affandi meminta kepada para guru untuk memberikan pendidikan kepada anak secara iklas. Sehingga dampaknya bukan hanya diraskaan di dunia tetapi bisa sampai ke akherat.
Kata dia, dari sisi kesejahteraan, guru saat ini sudah jauh lebih baik jika dibanding dengan kesejahteraan beberapa tahun ke belakang. Tinggal saat ini bagaimana tenaga pendidik bisa mendedikasikan waktunya untuk mendidik anak-anak dengan sepenuh hati. Bukan hanya sebatas kewajiban.
"Kami mengharapkan para guru itu bisa mendidik dengan iklas, sehingga berdampak besar terhadap pembentukan karakter dan kualitas anak. Mendidik jangan hanya sekedar rutninitas saja, tetapi harus dengan sepenuh hati dan didasari nilai-nilai keiklasan," terangnya di hadapan ribuan guru yang hadir pada silaturahmi warga Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya di Aula STAI Cipasung, kemarin.
Jelas dia, jika didasari dengan nilai-nilai keiklasan akan mendapatkan sebuan kenikmatan dalam mengajar. Manfaatnya tidak hanya bisa diraskaan di dunia tetapi sampai ke akherat. Di dunia guru sudah mendapatkan kesejahteraan yang layak dan di akherat nanti mendapatkan keberkahan dari Allah.
Untuk itu, para guru juga harus mau mendoakan anak-anak atau siswa setiap selesai salat agar para siswa dijadikan anak yang soleh, yang pintar, yang mandiri sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.
"Doakan semua anak-anak agar tumbun menjadi generasi yang soleh dan berhasil di masa depannya. Kalau ini dilakukan oleh semua guru, insya Allah siswa-siswa di Kabupaten Tasikmalaya akan tumbuh menjadi pribadi yang soleh dan unggul," terangnya.
Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H Akhmad Juhana mengatakan, sudah sewajarnya para guru itu mendidik dengan menghadirkan ruh dan dilandasi dengan nilai-nilai keiklasan. Tujuannya agar bisa menghasilkan generasi yang unggul dan berkualitas.
Kata dia, kondisi para guru saat ini mengalami tekanan yang luar biasa, sehingga banyak yang mengalami depresi profesional yang dampaknya melaksanakan kewajiban sebagai pendidik tidak dengan hatinya.
"Kami mengajak semua guru untuk kembali menghadirkan ruh atau niat yang iklas dalam mengajar. Ini penting untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan unggul," terangnya.
Niat iklas dalam mendidik harus menjadi landasan utama para guru dalam mendidik anak-anak di sekolah, sehingga muncul sebuah suasana yang menyenangkan. Sepelik apapun kondisi di lingkungan sekolah jika dihadapi dengan keiklasan akan terasa nikmat. ***
ADSENSE HERE
Kata dia, dari sisi kesejahteraan, guru saat ini sudah jauh lebih baik jika dibanding dengan kesejahteraan beberapa tahun ke belakang. Tinggal saat ini bagaimana tenaga pendidik bisa mendedikasikan waktunya untuk mendidik anak-anak dengan sepenuh hati. Bukan hanya sebatas kewajiban.
"Kami mengharapkan para guru itu bisa mendidik dengan iklas, sehingga berdampak besar terhadap pembentukan karakter dan kualitas anak. Mendidik jangan hanya sekedar rutninitas saja, tetapi harus dengan sepenuh hati dan didasari nilai-nilai keiklasan," terangnya di hadapan ribuan guru yang hadir pada silaturahmi warga Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya di Aula STAI Cipasung, kemarin.
Jelas dia, jika didasari dengan nilai-nilai keiklasan akan mendapatkan sebuan kenikmatan dalam mengajar. Manfaatnya tidak hanya bisa diraskaan di dunia tetapi sampai ke akherat. Di dunia guru sudah mendapatkan kesejahteraan yang layak dan di akherat nanti mendapatkan keberkahan dari Allah.
Untuk itu, para guru juga harus mau mendoakan anak-anak atau siswa setiap selesai salat agar para siswa dijadikan anak yang soleh, yang pintar, yang mandiri sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.
"Doakan semua anak-anak agar tumbun menjadi generasi yang soleh dan berhasil di masa depannya. Kalau ini dilakukan oleh semua guru, insya Allah siswa-siswa di Kabupaten Tasikmalaya akan tumbuh menjadi pribadi yang soleh dan unggul," terangnya.
Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H Akhmad Juhana mengatakan, sudah sewajarnya para guru itu mendidik dengan menghadirkan ruh dan dilandasi dengan nilai-nilai keiklasan. Tujuannya agar bisa menghasilkan generasi yang unggul dan berkualitas.
Kata dia, kondisi para guru saat ini mengalami tekanan yang luar biasa, sehingga banyak yang mengalami depresi profesional yang dampaknya melaksanakan kewajiban sebagai pendidik tidak dengan hatinya.
"Kami mengajak semua guru untuk kembali menghadirkan ruh atau niat yang iklas dalam mengajar. Ini penting untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan unggul," terangnya.
Niat iklas dalam mendidik harus menjadi landasan utama para guru dalam mendidik anak-anak di sekolah, sehingga muncul sebuah suasana yang menyenangkan. Sepelik apapun kondisi di lingkungan sekolah jika dihadapi dengan keiklasan akan terasa nikmat. ***